Toxic Productivity (beropini 1)

Pernah ga sih kalian, ngerasain ketika banyak banget hal yang mau dilakuin, sudah nyusun schedule juga tetapi terkadang schedule yang kita susun berantakan atau malah pengennya cepat nyelesai-in hal-hal yang menjadi tugas kita tadi, ada kala juga semua hal yang telah kita susun malah menjadi bumerang untuk kita sendiri. lupa jam makan, lupa waktu tidur jadi harus bergadang sampai larut malam, ngerasa capek banget, ngerasa hal produktif tapi kok begini dan terkadang juga pernah ngerasa waktu tidur cukup tetapi pas bangun tidur rasanya capek banget. hufftt

what is toxic productivity ? 

Dilihat dari katanya yaitu toxic(racun) dan productivity(aktivitas produktif). jadi intinya seperti kegiatan produktif tetapi jadi racun dan ga sehat untuk fisik maupun psikis diri sendiri dan juga bisa berdampak kepada orang lain. 

Aktivitas produktif memang baik, dimana hal-hal yang kita lakuin bermanfaat. tetapi hal tersebut bisa jadi bumerang juga untuk kita kalau kita salah mengaturnya. hal tersebut bisa dikarenakan faktor dari diri kita sendiri yang memaksakan semuanya harus segera cepat dan instant, baik itu cepat selesai ataupun cepat karena tidak mau ketinggalan dengan ke-produktifan orang lain.

Zaman sekarang, teknologi dan juga informasi gampang banget kita dapatkan. melihat status orang lain, 'wah dia udah hebat banget yaa', 'wah dia keren banget'. dari situ kamu mulai deh muncul rasa tidak mau kalah, mulai membanding-bandingkan diri, HEI STOP! kamu ya kamu, titik.
Karena kamu memaksakannya, ditambah jiwa kompetitif yang tidak terkontrol, dan standar kelayakan diri yang terlalu tinggi terjadilah toxic productivity.

dampak dari toxic productivity ? 

Tubuh dan pikiran kita punya hak, baik itu untuk istirahat maupun input yang baik seperti makan-minuman yang sehat dan bergizi, dan juga asupan mindset yang positif. Memaksakan melakukan sesuatu diluar kemampuan malah menjadikannya stress, berniat melakukan kegiatan maksimal malah jadi kebalikkannya.

Toxic productivity membuat kita gak pernah merasa cukup, baik itu upaya atau apa yang kita lakukan, tidak menghargai proses yang telah kita lalui, sehingga apa yang kita kerjakan tidak dapat kita kontrol dan rentan kehilangan percaya diri sampai-sampai menyalahkan diri sendiri baik itu terhadap kegagalan, kesalahan, dan juga istirahat yang berdampak kepada mental maupun fisik.

how to deal with that ? 

-living in the moment-

Nikmati semua proses yang sekarang terjadi, bukan nanti ! yap masa depan itu penting, tetapi jauh lebih penting untuk memaksimalkan hidup kita sekarang. keputusan-keputusan yang kita ambil sekarang pasti berpengaruh untuk masa depan kita, dengan siapa kita sekarang dan apa saja proses yang telah kita lalui berpengaruh untuk masa depan nanti. membentuk kita yang seperti apa nantinya.

-skala prioritas-

Kemampuan otak dalam melakukan berbagai kegiatan itu terbatas, banyak hal yang akan kita lakukan juga akan mengurangi fokus kita dan malah hasilnya tidak memuaskan. nah ! oleh karena itu menetapkan skala prioritas itu penting sehingga yang dilakukan juga maksimal karena kita menjadi fokus terhadap pekerjaan itu. Dalam proses berbagai pekerjaan dan kehidupan pribadi kita harus berikan batasan, mana yang menjadi prioritas dan mana yang bisa dilakukan nanti atau ditunda sebentar.

-delegasi-

Terkadang kita ngerasa semua pekerjaan menjadi tanggung jawab kita, malu atau tidak mau meminta bantuan kepada orang lain dan timbul adults humanity, yang sebenarnya baik untuk pencapaian atau sebuah goals. but isn't exactly untuk beginian.
Jika tugas dan tanggung jawab itu diluar keahlian kita, boleh kok kita meminta bantuan kepada ahlinya. alih-alih juga membuat kita belajar kepada mereka, dari kita yang minim pengetahuan jadinya memperoleh sesuatu hal baru yang berguna untuk kita. 

orang bijak pernah berkata 'jika kamu menyerahkan sesuatu kepada yang bukan ahlinya maka yang terjadi adalah kehancuran'. 

so yaaa thats all beropini kali ini, jika ada masukan dan saran dari kalian. ini wadahku untuk sharing-sharing, dan aku harap ini bermanfaat untuk kalian yang membaca. thanks a lot

 .

 <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4958619610402006"

     crossorigin="anonymous"></script>

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stress and Anxiety (Beropini 4)

Generasi Sandwich (beropini 2)