FOMO (Fear of Missing Out) ? (Beropini 6)

 Do you ever feel FOMO ? or do you know what i mean about FOMO

Bukannya terMotivasi malah terEksploitasi

Merasa cemas saat tidak membuka sosial media sehari saja, harus ikutan trend untuk membeli atau mengikuti sesuatu, merasa kesal saat melihat postingan teman yang tidak mengundang kamu di acaranya, merasa iri hati melihat pencapaian orang lain. Pernah merasakannya ?

Seperti yang kita ketahui bahwa perkembangan digital saat ini tidak luput dari kehidupan sehari-hari setiap orang, terkhusus kaum muda mudi. Sosial Media menjadi penyebab utama, ibaratkan jendela rumah yang kita buka akan menampakkan apa saja hal yang berada di luar dari rumah kita. Tidak dapat kita salahkan juga, ini memang sudah zamannya. Saat semua orang tidak mau kalah untuk memposting barang mewahnya, prestasi, pekerjaan barunya atau hal lainnya. Jika melihat fenomena tersebut dalam waktu sekali atau dua kali tidaklah menjadi masalah. Namun, jika hal tersebut dikonsumsi  setiap jam dalam gadget menjadikan atensi kita dicuri oleh dunia maya. Semakin menelusuri halaman postingan malah membuat kita secara tidak sadar terus terlena tidak ingin meninggalkannya.

Jadi FOMO itu apasih ? FOMO adalah perasaan cemas atau takut tidak terlibat dalam aktivitas menyenangkan yang dialami oleh orang lain. Kondisi ini membuat self control kita hilang sehingga timbul iri hati, membandingkan diri dengan orang lain, dan tidak mau kalah dikarenakan emosi disekitar kita mempengaruhi emosi kita.
Orang yang FOMO cenderung lama menghabiskan waktu di sosial media dikarenakan mereka merasa mempunyai space didalamnya sehingga ia tidak mau melewatkan apa yang terjadi di dalam hidupnya. FOMO rentan terjadi pada mereka yang merasa kesepian, berpandangan negatif terhadap diri mereka, dan tidak mencintai diri sendiri. 

Why we need to stop FOMO ?

Fokus

Agar lebih fokus terhadap apa yang sedang kita lakukan, terutama fokus terhadap diri sendiri. Kita bisa mencoba untuk puasa sosial media atau mengurangi waktu dalam memainkannya. Yang membuat kita menghabiskan waktu sia-sia, dan menghambat kita untuk mengembangkan diri sendiri. Maka lebih baik mengurangi fokus pada apa yang tidak ada pada hidup kita, dan fokus pada hal baik yang sudah ada dalam hidup kita.

Kebahagiaan

Efek FOMO tadi adalah membuat kita mudah marah, iri hati, dan kecewa. Akhirnya kita sulit merasakan kebahagiaan yang ada pada diri kita sendiri, dengan menghentikan FOMO kita dapat tumbuhkan kebahagiaan dari hal sederhana pada diri. Mulai dari olahraga, bermain dengan hewan peliharaan, me time, melakukan hobi dan hal lainnya. Dengan berhenti FOMO kita tidak mencari tahu mengenai orang lain, membuat kita lebih bersyukur atas apa yang telah Allah berikan. 

How to avoid FOMO ?

Fokus pada diri kamu 

Mengatur atensi atau self control kita dengan mengembangkan potensi diri sendiri. Membuat kita lebih sehat dan bahagia, tidak takut tertinggal karena kita tahu porsi dan tempat kita dimana.

Stop Membandingkan diri 

Hal umum yang sering terjadi, jika dilakukan berlebihan maka akan ada dampaknya. Jikalah untuk memotivasi, perbaikan dan self development hal tersebut tidaklah mengapa. Yang harusnya kita lakukan adalah membandingkan atau terus mengevaluasi diri kita dengan diri kita sendiri maka akan memunculkan perbaikan daripada membandingkannya dengan orang lain yang akan memunculkan ketidak puasan.

FOMO to be JOMO

Joy Of Missing Out, adalah penangkal yang cerdas. Puas dengan keadaan kita dimanapun, apapun yang ada dan sudah dimiliki. Mencari bahagia sebenarnya mudah dengan kita melihat apa dan siapa yang ada di sekitar kita.  Melatih rasa syukur kita daripada hanya mencemaskan hal lain yang bukan bagian dari diri kita. Sekecil apapun hal yang kita miliki, se-sederhanapun itu, harusnya kita sadari itu hal yang perlu kita syukuri. 

Cerdas dalam Bersosial media

Sering dan non stop bermain sosial media, maka semakin banyak hal yang kita konsumsi mau itu baik ataupun buruk yang mempengaruhi atensi ataupun emosional kita. Oleh karena itu, bijaklah dalam bermain sosial media. Manfaatkan waktu yang ada dan sadari diri bahwa apa yang kita lihat pada sosial media bukan sepenuhnya benar-benar harus diikuti dan nyata. Yang kita perlukan adalah bijak dalam menggunakannya. 

Menyusun Skala Prioritas

Dengan FOMO tadi, kita tidak sadar bahwa muncul sifat tidak mau kalah dan mengikuti trend yang kita lihat. Terkadang rela untuk pergi ke suatu tempat hanya untuk menghasilkan foto ataupun konten yang sebenarnya tidak ada manfaatnya, atau membeli barang branded hanya agar terlihat keren. Mengikuti hal-hal kekinian memang sah saja. Namun, coba pikirkan apa manfaatnya untuk kita dan orang lain ? apakah ini yang kita butuhkan ? Oleh karena itu dengan menyusun skala prioritas maka akan menyadarkan kita fokus terhadap diri kita, menyadarkan kita bahwa tidak semua trend harus diikuti. Lebih baik menyusun tujuan dan hal-hal yang ingin kamu capai sesuai dengan kebutuhanmu.


Have a nice day !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stress and Anxiety (Beropini 4)

Toxic Productivity (beropini 1)

Generasi Sandwich (beropini 2)