Stress and Anxiety (Beropini 4)
Berdasarkan survei khawatir nasional, ada lebih banyak orang yang merasa khawatir di dalam hidup ini, dengan dua dari tiga responden merasa khawatir secara umum. aspek hidup yang berbeda memiliki tingkat kekhawatiran yang berbeda pula.
Sebenarnya bukan stress yang membunuh kita, tetapi reaksi kita terhadapnya. saat kita memikirkan sesuatu yang membuat kita cemas atau takut maka tubuh kita mengeluarkan zat, Adrenalin. Nah zat tersebut membuat pembuluh darah menyempit sehingga kepala menjadi tegang. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut akan meningkatkan hormon stress, Kortisol. Hormon tersebut dapat menyerang antibodi yang dapat membuat kita lemah, dan juga dapat menyerang bagian lainnya sesuai bagaimana adaptasi dari hormon tersebut. Bisa saja zat tersebut menyerang pankreas, mangkanya ada orang yang jika stress bawaannnya laper terus.
Stress berkepanjangan juga tidak baik, nanti tubuh kita tidak tahu bahwa kita lagi stress karena sudah terbiasa dalam stress. Dan berbeda pula antara takut, cemas, dan stress. takut terdapat sumber apa yang ditakutinya, jika cemas itu adalah khawatir berlebihan karena ketidakpastian, sedangkan stress itu berasal dari tekanan sesuatu yang mengganggu. Namun, ketiganya bisa saling berkaitan.
nah misalkan dalam konteks dia takut akan sesuatu dan tidak dapat mengatasi atau menemukan jawaban dari ketakutan yang ia rasakan maka ia akan merasakan stress, jika stress tersebut tidak dapat dikendalikan juga maka stress berkepanjangan itu memasuki fase cemas. Jika cemas dibiarkan, bisa menjadi depresi.
Oleh karena itu jangan anggap remeh rasa cemas kecil yang terjadi sehari-hari, bayangkan sebagai suatu gelas jika air sebagai kadar stress yang terisi sedikit demi sedikit karena tidak diatasi, maka cara kita yaitu mengeluarkan air dari dalam gelas tersebut sedikit demi sedikit agar air tersebut tidak penuh. Caranya adalah salah satunya dengan berbicara atau menceritakan apa yang kita rasakan baik itu pada orang yang kita percaya ataupun journaling. Yang terpenting itu adalah bagaimana kita mengelola stress karena semua orang pasti menjumpai rasa cemas ataupun stress dan setiap orang juga berbeda-beda dalam hal mengelola stress. Berikut tips untuk mengelola stress :
- mengambil nafas panjang -
saat cemas atau takut kita kekurangan oksigen, oleh karena itu saat kita mencoba mengambil nafas maka oksigen yang masuk dalam pembuluh darah kita memunculkan hormon dopamin yang mengurangi rasa takut itu. maka coba tarik nafas lalu buang untuk menenangkan pikiran dan luangkan waktu setiap hari 20-30 menit.
- kenali sumber stress -
kenapa dan apa yang membuat kita stress, misalkan karena terlalu banyak melihat sosial media ataupun yang lainnya, maka kita dapat mengatasinya sedikit demi sedikit dengan cara menjauhi atau berhenti sebentar untuk tidak melihat sosial media atau sumber stress dengan kita dapat melakukan aktivitas lainnya.
- tidur yang cukup -
bagi yang mengalami overload information pasti merasa capek banget dan malah terkadang kita tidak bisa tidur, oleh karena itu saat sebelum tidur jauhi sumber yang membuat kita merasa capek. capek bukan dari fisik saja namun juga bisa capek mental. nah saat tidur maka sel-sel dalam tubuh kita dapat teregenerasi lagi sehingga sel baru yang diperlukan dalam hal mengatur emosi dan untuk antibodi tadi terbentuk kembali
- hobi baru dan membuat planning -
melakukan sesuatu aktivitas baru membuat kita tidak jenuh dengan aktivitas itu itu saja, dan juga membuat planning juga mengurangi resiko stress pada saat jadwal yang sangat padat dan agar yang kita lakukan juga terstruktur
- olahraga dan makan-makanan sehat -
di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat, saat berolahraga tubuh mengeluarkan hormon endorfin yang membuat bahagia, dan olahraga teratur juga meningkatkan kualitas tidur. apa yang kita konsumsi juga mempengaruhi tubuh dan responnya, membentuk hormon-hormon yang baik akan menciptakan respon yang baik pula.
thankyou guys for coming ^^
Komentar
Posting Komentar